Edwin Lim, Country Manager Hitachi Data Systems untuk Indonesia, tentang dunia storage dan bagaimana menyelaraskan arsitektur storage dengan kebutuhan bisnis

» Blog

Mengelola data tak-terstruktur

June 26th, 2008 under Infrastruktur, Manajemen storage | 1 Comment »

Dewasa ini, bisnis modern menjalankan semakin banyak aplikasi untuk menunjang aktivitasnya. Berbagai aplikasi itu memproduksi data yang volumenya dari hari ke hari semakin besar. Selain itu, jenis data juga semakin beragam seiring penggunaan e-mail, aplikasi perkantoran, komunikasi VoIP (Voice over IP), website dan sistem pemetaan.

Tantangan saat ini, semua data itu harus disimpan dalam sistem storage. Eksekutif bisnis membutuhkan data-data itu untuk membuat analisa, menjalankan simulasi, atau mengidentifikasi potensi masalah. Selain untuk kebutuhan bisnis, regulasi mewajibkan perusahaan menyimpan data dalam jangka waktu tertentu sebagai bagian dari compliance.

Data e-mail, dokumen, spreadsheet, video, gambar dan audio digolongkan sebagai data tak terstruktur. Pengelolaan data yang tak memiliki struktur ini lebih sulit dibandingkan data terstruktur. Mengapa demikian? Dalam ilmu komputer, data harus dibuat strukturnya supaya bisa digunakan secara efisien, supaya ‘mesin’ bisa mengerti data itu.

Perusahaan tak bisa menghindar dari banjir data tak terstruktur ini. Menurut proyeksi IDC, CAGR data tak terstruktur dunia selama 2005-2011 mencapai 63,7%, sedangkan data terstruktur yang hanya 32,2%.

Lalu apa dampaknya bagi bisnis jika tidak mengelola data tak terstruktur ini secara proper?

Pertama, data sulit sekali dicari ketika dibutuhkan dengan segera. Kesulitan ini bertambah apabila infrastruktur storage terpisah-pisah dalam satu NAS (Network-Attached Storage).

Kedua, biaya pemeliharaan storage menjadi mahal karena tanpa tools yang memadai untuk mengelola data tak terstruktur, perusahaan cenderung hanya menambah kapasitas penyimpanan. Pokoknya, semua data disimpan. Dalam jangka panjang, infrastruktur storage menjadi kompleks.

Ketiga, risiko keamanan. Data tak terstruktur juga aset perusahaan yang jika bocor bisa membuat bisnis kehilangan muka di mata pelanggan, atau kekurangan daya saing dibandingkan kompetitor.

Pendekatan Hitachi Data Systems untuk mengelola data tak-terstruktur adalah melalui tools yang terintegrasi, dalam solusi file and content services. Di dalamnya terdiri dari Hitachi Data Discovery Suite, Hitachi Essential NAS Platform dan Hitachi High-performance NAS Platform 3000 Series serta versi terbaru dari the Hitachi Content Archive Platform.

Solusi ini antara lain membantu menemukan data di seluruh lingkungan NAS dengan cepat hanya dengan satu query. Kemampuan lain adalah memudahkan konsolidasi NAS dalam skala besar, hingga 4 petabyte (PB) data dalam satu pool. Dari sisi pengelolaan, solusi ini menyediakan fungsi tingkat lanjut seperti multiple administrator login, roles serta tingkat wewenang.

Storage sebagai layanan

June 11th, 2008 under Artikel, Strategi Storage | No Comments »

Storage selama ini hanya dipandang sebagai suatu kumpulan hardware dan software. Bahkan, banyak perusahaan yang memandang fungsi storage hanya sebatas dari kapasitasnya saja.

Akibat dari cara pandang seperti ini, perusahaan hanya terus dan terus menambah kapasitas storage tanpa mempertimbangkan manajemen data. Cepat atau lambat infrastruktur penyimpanan data perusahaan menjadi sangat kompleks, sulit dikelola dan mahal biaya perawatannya. Manajemen data menjadi sulit dan proses pengambilan data memakan waktu lama, sehingga dapat mempengaruhi aktifitas bisnis perusahaan yang memerlukan respon yang cepat.

Dibutuhkan cara pandang yang baru tentang storage. KPI (Key Performance Indicator) storage bukan lagi berdasarkan daya tampung, tetapi keberhasilan dalam mencapai satu tujuan dengan cepat dan efisien. Tujuan tersebut tentu saja berhubungan dengan fungsi yang berorientasi pada kebutuhan bisnis.

Storage dilihat sebagai suatu layanan, bukan lagi software dan hardware, apalagi cuma hard disk. Analoginya mungkin seperti tukang cukur. Sebagai sebuah layanan yang diberikan oleh tukang cukur, bagi pelanggan yang terpenting adalah rambutnya dipangkas dengan rapi. Pelanggan tidak mau tahu peralatan apa yang digunakan dan bagaimana cara memotong si tukang cukur, yang penting hasilnya.

Lalu sebagai sebuah layanan, apa hasil yang diharapkan dari storage? Kembali lagi kepada bisnis, yakni seberapa cepat infrastruktur storage menyesuaikan diri dengan kebutuhan bisnis yang senantiasa berubah. Kebutuhan atau bisa dibilang tuntutan bisnis ini macam-macam, mulai dari menekan biaya operasional, meningkatkan produktivitas, mendongkrak efisiensi dan mengembangkan pasar.

Service Oriented Storage Solutions

Pendekatan Hitachi Data Systems untuk membuat storage sebagai layanan adalah melalui Service Oriented Storage Solutions (SOSS). Secara singkat SOSS bertujuan menyediakan platform yang bisa dengan mudah dikonfigurasikan ulang dan dioptimalkan sesuai dengan kebutuhan bisnis yang senantiasa berubah.

Menurut Hu Yoshida, Chief Technology Officer (CTO) Hitachi Data Systems, SOSS ini adalah solusi yang menyediakan pendekatan storage berorientasi proses. Pendekatan Hitachi ini bertolak belakang dari pendekatan piecemeal, berbasis tugas yang pada akhirnya menciptakan redundancy berlebih pada storage, ujung-ujungnya adalah kompleksitas.

Hitachi Data Systems sudah bertahun-tahun mengembangkan portofolio teknologi yang berbasis SOSS ini, antara lain virtualisasi dari control unit, pengelolaan storage terintegrasi, business continuity dan data mobility.