Mengelola data tak-terstruktur
Dewasa ini, bisnis modern menjalankan semakin banyak aplikasi untuk menunjang aktivitasnya. Berbagai aplikasi itu memproduksi data yang volumenya dari hari ke hari semakin besar. Selain itu, jenis data juga semakin beragam seiring penggunaan e-mail, aplikasi perkantoran, komunikasi VoIP (Voice over IP), website dan sistem pemetaan.
Tantangan saat ini, semua data itu harus disimpan dalam sistem storage. Eksekutif bisnis membutuhkan data-data itu untuk membuat analisa, menjalankan simulasi, atau mengidentifikasi potensi masalah. Selain untuk kebutuhan bisnis, regulasi mewajibkan perusahaan menyimpan data dalam jangka waktu tertentu sebagai bagian dari compliance.
Data e-mail, dokumen, spreadsheet, video, gambar dan audio digolongkan sebagai data tak terstruktur. Pengelolaan data yang tak memiliki struktur ini lebih sulit dibandingkan data terstruktur. Mengapa demikian? Dalam ilmu komputer, data harus dibuat strukturnya supaya bisa digunakan secara efisien, supaya ‘mesin’ bisa mengerti data itu.
Perusahaan tak bisa menghindar dari banjir data tak terstruktur ini. Menurut proyeksi IDC, CAGR data tak terstruktur dunia selama 2005-2011 mencapai 63,7%, sedangkan data terstruktur yang hanya 32,2%.
Lalu apa dampaknya bagi bisnis jika tidak mengelola data tak terstruktur ini secara proper?
Pertama, data sulit sekali dicari ketika dibutuhkan dengan segera. Kesulitan ini bertambah apabila infrastruktur storage terpisah-pisah dalam satu NAS (Network-Attached Storage).
Kedua, biaya pemeliharaan storage menjadi mahal karena tanpa tools yang memadai untuk mengelola data tak terstruktur, perusahaan cenderung hanya menambah kapasitas penyimpanan. Pokoknya, semua data disimpan. Dalam jangka panjang, infrastruktur storage menjadi kompleks.
Ketiga, risiko keamanan. Data tak terstruktur juga aset perusahaan yang jika bocor bisa membuat bisnis kehilangan muka di mata pelanggan, atau kekurangan daya saing dibandingkan kompetitor.
Pendekatan Hitachi Data Systems untuk mengelola data tak-terstruktur adalah melalui tools yang terintegrasi, dalam solusi file and content services. Di dalamnya terdiri dari Hitachi Data Discovery Suite, Hitachi Essential NAS Platform dan Hitachi High-performance NAS Platform 3000 Series serta versi terbaru dari the Hitachi Content Archive Platform.
Solusi ini antara lain membantu menemukan data di seluruh lingkungan NAS dengan cepat hanya dengan satu query. Kemampuan lain adalah memudahkan konsolidasi NAS dalam skala besar, hingga 4 petabyte (PB) data dalam satu pool. Dari sisi pengelolaan, solusi ini menyediakan fungsi tingkat lanjut seperti multiple administrator login, roles serta tingkat wewenang.
You can leave a response, or trackback from your own site.
Jerry
July 5th, 2008 at 6:03 am
Permasalahan ttg data tak-terstruktur mungkin benar apa yang di “proyeksi IDC, CAGR data tak terstruktur dunia selama 2005-2011 mencapai 63,7%, sedangkan data terstruktur yang hanya 32,2%” bahkan saat ini mungkin prosentasenya akan lebih besar lagi, ini menandakan potret pengelolaan data kita masi jauh dari yang di harapkan.
Entah yang menjadi pertimbangan apakah pada sisi kwantitas data yang masih belum bitu besar atau SDM yang belum memahami betul tentang strukturisasi data atau bahkan belum terpikirkan.
Semoga dengan adanya tulisan ini dapat memberikan percikan ingatan akan pentingnya pengelolaan data secara terstruktur.
Terima kasih atas informasinya.