Edwin Lim, Country Manager Hitachi Data Systems untuk Indonesia, tentang dunia storage dan bagaimana menyelaraskan arsitektur storage dengan kebutuhan bisnis

» Blog

Hitachi Gelar Asia Pacific IT Inspiration Award 2008

September 11th, 2008 under Berita, Events | No Comments »

Suara Anda menjadi sangat berarti dalam menentukan pemenang Hitachi Data Sytems Asia Pacific IT Inspiration Award 2008. Voting publik menjadi salah satu komponen penilaian selain panel juri yang beranggotakan perwakilan dari Hitachi, IDC dan Gartner.

Berikan suara Anda dan menangkan LCD TV 42 inci Hitachi !

IT Inspiration Award ini adalah penganugerahan bagi organisasi di Asia Pasifik –termasuk di Indonesia- yang dinilai terbaik dalam menerapkan teknologi sehingga menciptakan bisnis yang kokoh dan meyakinkan.

Penganugerahan ini terbagi menjadi empat kategori:

- Best Green Strategy for a Data Center

- Most Innovative Use of Technology

- Most Efficient Use of Technology

- Best Virtualization Strategy.

Selain itu, ada juga anugerah CIO of The Year, bagi para CIO terbaik yang menjadi teladan dalam hal kepemimpinan dan memiliki pemahaman komprehensif tentang lingkungan bisnis dan teknologi. CIO terbaik juga efektif dalam memimpin organisasinya menghadapi tantangan bisnis.

IT Inspiration Award 2008 kini memasuki tahap voting publik hingga 17 Oktober 2009. Untuk itu, silakan memberikan suara Anda dengan mengunjungi www.hds.com/apac/itia . Anda pun berkesempatan memenangkan LCD TV 42 incI Hitachi.

Hitachi akan mengumumkan pemenang pada 6 November 2008 dalam IT Inspiration Awards Prize Presentation Ceremony di Cebu, Filipina. Penganugerahan ini bertepatan dengan Hitachi Data Systems APAC CIO Summit bertemakan ‘Inspire and Innovate – Best Practices for Managing the Explosive Growth of Data to Yield Business Results’.

Terimakasih untuk para mitra

August 17th, 2008 under Berita, Mitra Hitachi | No Comments »

Atas nama seluruh staf Hitachi Data Systems, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para mitra kami, baik mitra bisnis maupun mitra media, atas dukungan mereka terhadap pertumbuhan bisnis kami di Indonesia selama tahun fiskal 2007.

Rasa terimakasih itu kami wujudkan dalam bentuk ‘Asia Pacific Channel Partner Summit Award 2007′ yang diselenggarakan di F-Bar, EX Plaza, Kamis 14 Agustus 2008. Ini adalah agenda rutin Hitachi setiap tahunnya. Turut hadir dalam malam penghargaan itu adalah Michael Lyons, Channel Director Hitachi Data Systems Asean dan Ravi Rajendran, General Manager Hitachi Data Systems Asean.

Bagi mitra bisnis, ada tiga kategori penghargaan :

- Partner of the Year Award: untuk mitra yang berhasil dalam pencapaian penjualan, investasi pelatihan dan komitmen terhadap TrueNorth Channel Program (TNCP), tanpa dipengaruhi jenjang kemitraannya.

- Storage Champion of the Year: penghargaan untuk perorangan yang terdepan dalam ilmu storage sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap penjualan. Terdiri dari empat subkategori yakni Product Management, Sales Management, Service Sales Leadership dan System Engineer.

- Outstanding Achievement Award: apresiasi atas komitmen mitra yang diukur dari rekam jejaknya dalam hal penjualan. Ada tiga subkategori yang meliputi Enterprise Product, Modular Product dan Software.

Mitra yang mendapatkan penghargaan adalah:

- Partner of the Year: Pansystem Sistem Informasindo.

- Outstanding Achievement Award, Enterprise Product Sales: Pansystem Sistem Informasindo.

- Outstanding Achievement Award, Modular Product Sales: Berca Hardayaperkasa.

- Outstanding Achievement Award, Software Sales: Pansystem Sistem Informasindo.

- Storage Champion of the Year, Product Management: Widya Ronadi dari Berca Hardayaperkasa.

- Storage Champion of the Year, Sales Management: Apriandy Marbun dari Berca Hardayaperkasa.

- Storage Champion of the Year, Service Sales Leadership: Rijanto Ibrahim, Pansystem Sistem Informasindo.

- Storage Champion of the Year, System Engineer: Budiman dari Pansystem Sistem Informasindo.

Sekali lagi, terimakasih kepada para mitra yang telah mendukung Hitachi sejak awal dan setelah kami memiliki representatif lokal di Indonesia. Pencapaian Hitachi di Indonesia adalah berkat dukungan para mitra

Sementara itu, Hitachi juga mengucapkan terimakasih kepada mitra media yang membantu memasyarakatkan pengetahuan tentang storage –topik yang cukup menantang. Namun saya bangga rekan-rekan media bisa menjelaskannya secara sederhana, jelas dan mudah dipahami. Dalam hal teknologi storage, rekan-rekan media di Tanah Air bisa sejajar dengan media global.

Untuk media, penghargaan kami berikan pada Sarie Novian dari Okezone.com, Roni Yunianto dari Bisnis Indonesia, Brama Setyadi dari Majalah InfoKomputer dan Sulistyawan, blogger yang membahasa teknologi storage.

ASEAN Telco Summit di Hanoi

August 8th, 2008 under Berita | No Comments »

Hitachi Data Systems menggelar ASEAN Telco Summit pada 30 Juli s/d 1 Agustus 2008 di Hilton Hanoi Opera Hotel, Hanoi, Vietnam. Kegiatan ini khusus untuk bagi para pelanggan dari sektor telekomunikasi yang baru pertama kali diadakan Hitachi. Biasanya Hitachi membuat event yang melibatkan pelanggan dari segala industri.

Salah satu tujuan dari ASEAN Telcom Summit –yang juga disponsori Brocade Communications- ini adalah berbagi informasi dengan perusahaan yang sudah ataupun belum memakai solusi Hitachi. Event ini membuka kesempatan bagi perusahaan telekomunikasi dari Indonesia untuk bertukar pikiran dan informasi dari perusahaan telekomunikasi dari negara-negara ASEAN yang lain.

Perusahaan telekomunikasi yang hadir berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja dan Vietnam. Acara yang cukup padat selama 2 hari ini juga diliput oleh beberapa media dari beberapa negara dan dalam kesempatan ini, media dari Indonesia diwakili oleh Bisnis Indonesia.

Selain memberikan update informasi solusi dan konsep dari Hitachi, pelanggan juga mendapat kesempatan berbicara di depan para peserta. Saya bangga salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia mendapatkan kesempatan untuk memaparkan informasi dan latar belakang perusahaan, bisnis yang mereka jalankan dan bagaimana infrastruktur TI khususnya storage  membantu kelancaran dan kesuksesan bisnisnya.

Selain dari Indonesia, satu pelanggan dari Singapura juga mendapatkan kesempatan yang sama. Tanggapan yang cukup positif mengenai event ini datang dari setiap peserta. Selain mendapat berbagai informasi yang dari beberapa presentasi selama satu hari penuh, para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk bertanya jawab. Tentu saja acara-acara relax lainnya juga memberikan kesan yang mendalam bagi setiap peserta.

Santai di Hanoi

Kota Hanoi merupakan suatu kota berkembang di mana populasi motor hampir sama banyaknya dengan populasi penduduk. Memang jadinya tidak mudah menyeberang jalan di kota Hanoi, walaupun itu dilakukan di tempat-tempat di mana lampu penyeberangan berfungsi.

Salah satu strategi menyeberang dengan selamat adalah, melangkah dengan pelan dan berhenti apabila kendaraan mengarah ke kita. Merekalah yang akan menghindari kita, baru setelah itu melangkah lagi dengan pelan dan pasti. Tapi yang lebih pasti adalah berdoalah sebelum melangkah.

Di ibukota Vietnam ini, para peserta dari Indonesia juga mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi tempat peristirahatan Ho Chi Minh atau dikenal dengan nama Chu Tich Ho Chi Minh (musoleum Ho Chi Minh). Sayang kami tidak dapat masuk ke dalam karena kita datang pada sore hari.

Pada pagi hari, pengunjung diperbolehkan untuk masuk dan melihat tubuh Ho Chi Minh yang dihormati oleh rakyat Vietnam sebagai Bapak Pendiri Negara mereka.

Pada malam terakhir di Hanoi, para peserta di ajak ke suatu tempat untuk bersantap malam dan dilanjutkan dengan malam perpisahan dan ungkapan terima kasih ke semua peserta. Tempat yang digunakan ternyata adalah sebuah museum yang digunakan untuk menyimpan barang-barangpeninggalan bersejarah atau purbakala dari Hanoi.

Beberapa alat-alat primitif untuk berburu ataupun bekerja, gambar-gambar, patung-patung dan batu-batuan juga menghiasi dan memenuhi ruangan tersebut. Sangat tidak disangka memang sebuah museum dapat dipakai sebagai suatu tempat santap malam yang cukup nyaman dan berkesan.

Saatnya storage hemat energi

July 17th, 2008 under Artikel, Manajemen storage, UKM | No Comments »

Krisis listrik saat ini sudah pada taraf mencemaskan. Untuk mengatasi krisis ini, pemerintah telah mencanangkan proyek pembangkit listrik 10.000 MW yang diharapkan selesai pada 2009. Sambil menunggu, ada SKB lima menteri yang mengatur penghematan listrik yang termasuk juga di sektor industri.

Penambahan kapasitas memang sudah pada waktunya, apalagi Indonesia mulai pulih dari krisis ekonomi. Pertumbuhan bisnis akan mendorong permintaan listrik. Namun pendekatan menuntaskan masalah kelistrikan ini tidak cukup hanya dengan menambah dan terus menambah kapasitas.

Penambahan kapasitas perlu diimbangi juga dengan menggunakan listrik secara lebih bijak, lebih efisien, lebih hemat. Jadi dengan kapasitas listrik yang tersedia, bisa digunakan untuk lebih banyak hal. Jika tidak berapapun kapasitas yang tersedia, pasti selalu habis. Kita selalu merasa kekurangan.

Di era knowledge economy ini, bisnis tergantung pada teknologi informasi (TI), dan sistem TI sangat tergantung pada ketersediaan listrik. Tidak ada listrik, maka tidak ada sistem TI. Jantung dari sistem TI adalah data center termasuk di dalamnya storage dan server.

Di tingkat global, konsumsi listrik data center sudah menjadi perhatian. Di AS misalnya, sebuah laporan menyebutkan selama 2005, listrik yang disedot data center mencakup 1,2% dari total konsumsi listrik negara itu. Secara global, biaya listrik data center meningkat drastis dari US$3,2 miliar pada 2000 menjadi US$7,2 miliar pada 2005. Data center selain terdiri dari server juga ada pendingin. Menurut Gartner, setiap watt yang digunakan sebuah mesin (server atau storage), dibutuhkan 1 sampai 1,5 watt tambahan untuk pendinginan.

Khusus untuk storage, dari total konsumsi listrik data center, sebanyak 37% dihabiskan untuk storage. Dibandingkan dengan mainframe, storage pada dasarnya lebih tidak efisien. Utilisasinya cuma 45% dibandingkan mainframe yang bisa mencapai 85%.

Storage hemat listrik, ramah lingkungan

Lalu bagaimana storage bisa mengurangi konsumsi listrik dan berkontribusi juga pada inisiatif Green IT? Steve Murphy, Managing Director Hitachi Data Systems untuk Inggris Raya dan Irlandia punya solusinya. Berikut lima langkah untuk tidak saja menghemat listrik tetapi juga ikut serta mengurangi jejak karbon pada storage:

1. Kurangi titik-titik panas (hotspot) pada data center. Rak-rak storage dan server harus ditata sedemikian rupa sehingga ada lorong panas dan dingin. Manfaatkan kemampuan virtualisasi untuk mengkonfigurasikan mesin tanpa gangguan.

2. Terapkan strategi virtualisasi. Posisikan ulang titik-titik panas tanpa menimbulkan gangguan pada seluruh sistem, gunakan satu controller dan antar muka untuk meningkatkan utilisasi sumber daya yang sudah terpasang.

3. Konsolidasikan storage. Sistem-sistem yang saling terpisah itu tidak efisien karena memakan sumber daya yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Ke depan, rencanakan secara hati-hati kebutuhan storage dan konsolidasikan, pangkas jumlah mesin yang digunakan. Pertimbangkan untuk menggunakan sistem network-attached storage terpusat untuk menekan biaya listrik, pendinginan dan ruang.

4. Gunakan layanan untuk merancang infrastruktur secara benar. Kajilah kemungkinan menggunakan jasa profesional ketika merancang arsitektur storage. Buang peralatan yang sudah uzur.

5.Teliti secara seksama track record dari vendor. Gali sedalam-dalamnya apakah unsur-unsur ramah lingkungan dan kesinambungan teknologi sudah mendarah-daging, terpatri sebagai ‘DNA’ dari vendor storage tersebut. Periksa juga seberapa dalam mereka menguasai supply chain, dan apakah mereka punya roadmap untuk menekan dampak lingkungan dari teknologinya.

Mudah-mudahan krisis energi yang kita hadapi sekarang ini segera berlalu.

Mengelola data tak-terstruktur

June 26th, 2008 under Infrastruktur, Manajemen storage | 1 Comment »

Dewasa ini, bisnis modern menjalankan semakin banyak aplikasi untuk menunjang aktivitasnya. Berbagai aplikasi itu memproduksi data yang volumenya dari hari ke hari semakin besar. Selain itu, jenis data juga semakin beragam seiring penggunaan e-mail, aplikasi perkantoran, komunikasi VoIP (Voice over IP), website dan sistem pemetaan.

Tantangan saat ini, semua data itu harus disimpan dalam sistem storage. Eksekutif bisnis membutuhkan data-data itu untuk membuat analisa, menjalankan simulasi, atau mengidentifikasi potensi masalah. Selain untuk kebutuhan bisnis, regulasi mewajibkan perusahaan menyimpan data dalam jangka waktu tertentu sebagai bagian dari compliance.

Data e-mail, dokumen, spreadsheet, video, gambar dan audio digolongkan sebagai data tak terstruktur. Pengelolaan data yang tak memiliki struktur ini lebih sulit dibandingkan data terstruktur. Mengapa demikian? Dalam ilmu komputer, data harus dibuat strukturnya supaya bisa digunakan secara efisien, supaya ‘mesin’ bisa mengerti data itu.

Perusahaan tak bisa menghindar dari banjir data tak terstruktur ini. Menurut proyeksi IDC, CAGR data tak terstruktur dunia selama 2005-2011 mencapai 63,7%, sedangkan data terstruktur yang hanya 32,2%.

Lalu apa dampaknya bagi bisnis jika tidak mengelola data tak terstruktur ini secara proper?

Pertama, data sulit sekali dicari ketika dibutuhkan dengan segera. Kesulitan ini bertambah apabila infrastruktur storage terpisah-pisah dalam satu NAS (Network-Attached Storage).

Kedua, biaya pemeliharaan storage menjadi mahal karena tanpa tools yang memadai untuk mengelola data tak terstruktur, perusahaan cenderung hanya menambah kapasitas penyimpanan. Pokoknya, semua data disimpan. Dalam jangka panjang, infrastruktur storage menjadi kompleks.

Ketiga, risiko keamanan. Data tak terstruktur juga aset perusahaan yang jika bocor bisa membuat bisnis kehilangan muka di mata pelanggan, atau kekurangan daya saing dibandingkan kompetitor.

Pendekatan Hitachi Data Systems untuk mengelola data tak-terstruktur adalah melalui tools yang terintegrasi, dalam solusi file and content services. Di dalamnya terdiri dari Hitachi Data Discovery Suite, Hitachi Essential NAS Platform dan Hitachi High-performance NAS Platform 3000 Series serta versi terbaru dari the Hitachi Content Archive Platform.

Solusi ini antara lain membantu menemukan data di seluruh lingkungan NAS dengan cepat hanya dengan satu query. Kemampuan lain adalah memudahkan konsolidasi NAS dalam skala besar, hingga 4 petabyte (PB) data dalam satu pool. Dari sisi pengelolaan, solusi ini menyediakan fungsi tingkat lanjut seperti multiple administrator login, roles serta tingkat wewenang.